Manchester United terancam degradasi setelah mengalami periode buruk yang membuat posisi mereka semakin dekat dengan zona merah Premier League. Situasi ini bahkan mendapat sorotan dari mantan pelatihnya, Erik ten Hag, yang menilai tidak ada klub di kompetisi Inggris yang benar-benar aman dari ancaman turun kasta.
Peringatan tersebut muncul ketika Manchester United sedang menghadapi salah satu periode paling mengecewakan dalam perjalanan klub. Kekalahan dari Chelsea dengan skor 0-2 semakin memperpanjang daftar hasil negatif yang harus diterima tim berjuluk Setan Merah tersebut.
Dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan, United terdampar di peringkat ke-17 klasemen. Posisi tersebut jelas bukan sesuatu yang biasa dialami klub sebesar Manchester United, terlebih mereka hanya memiliki jarak sangat tipis dari zona degradasi.
Erik ten Hag Tak Menutup Kemungkinan Manchester United Turun Kasta
Pernyataan Erik ten Hag menjadi perhatian karena datang dari sosok yang pernah menangani Manchester United. Pelatih asal Belanda itu mengingatkan bahwa persaingan Premier League semakin ketat dan setiap tim punya peluang menghadapi situasi sulit.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Manchester United terdegradasi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, Ten Hag memberikan jawaban yang cukup serius.
“Di Liga Primer Inggris, hal itu tentu mungkin terjadi, karena semua tim kuat, dan semuanya memiliki pelatih yang mumpuni”.
Ia juga menyoroti bagaimana satu kekalahan bisa menjadi awal dari masalah yang lebih besar apabila sebuah tim kehilangan kepercayaan diri.
“Jika pada akhirnya kau berada di pihak yang kalah satu kali dan masuk ke dalam lingkaran setan itu, ya, saat itu hal ini bisa menjadi sangat sulit”.
Komentar tersebut menggambarkan betapa beratnya persaingan di Premier League, terutama bagi klub yang sedang kehilangan konsistensi permainan.
Artikel Terkait
Manchester United Tahan Pemecatan Michael Carrick, Dua Laga Jadi Penentu Nasib!
Rentetan Hasil Buruk Jadi Alarm Bahaya di Old Trafford
Masalah Manchester United bukan hanya soal satu atau dua kekalahan. Catatan statistik Opta menunjukkan klub tersebut tidak berhasil meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
Rentetan tanpa kemenangan itu menjadi yang terpanjang sejak 1984. Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang sedang dihadapi United bukan sekadar masalah keberuntungan, melainkan sudah menyentuh aspek performa tim secara keseluruhan.
Ten Hag sendiri tidak melupakan kontribusinya selama menangani klub tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebelum kedatangannya pada 2022, Manchester United sempat melewati enam tahun tanpa meraih trofi.
“Sebelum kami datang, enam tahun berlalu tanpa klub meraih satu gelar pun. Lihatlah di mana mereka sekarang!”
Selama berada di Old Trafford, Ten Hag berhasil mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga sebelum akhirnya kehilangan pekerjaannya pada 2024.
Michael Carrick Menghadapi Tekanan Besar
Di tengah situasi yang semakin rumit, manajemen Manchester United masih memberikan kepercayaan kepada Michael Carrick untuk memimpin tim.
Namun, tekanan terhadap sang pelatih semakin besar setelah United mengalami kekalahan 0-3 dari Bournemouth dan tumbang 1-4 dari Como di Liga Champions.
Agenda pertandingan berikutnya juga tidak mudah. Manchester United dijadwalkan menghadapi AS Roma di Liga Champions sebelum bertemu Aston Villa dalam lanjutan Premier League.
Dua pertandingan tersebut bisa menjadi ujian penting bagi Carrick sekaligus kesempatan bagi United untuk menghentikan tren negatif.
Bagi klub sebesar Manchester United, terpuruk di papan bawah tentu bukan situasi yang bisa dibiarkan terlalu lama. Jika tidak segera menemukan solusi, peringatan Ten Hag mengenai ancaman degradasi bisa menjadi kenyataan yang semakin sulit dihindari.
